PTK Model Problem Based Learning (PBL) variasi Make a Match

ptk-logoABSTRAK

Amalina, Nor. 2015. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Pembentukan Tanah Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) variasi Make a Match pada Siswa Kelas V SDN Mekar Martapura Timur. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dosen Pembimbing (I) Drs. Abdul Hamid, M.Si. Dosen Pembimbing (II) Novitawati, S.Psi, M.Pd.

Kata Kunci: Hasil Belajar, model Problem Based Learning, model Make a Match, Konsep Pembentukan Tanah.

Permasalahan pada konsep pembentukan tanah di SDN Mekar Martapura Timur diketahui berdasarkan data ulangan harian siswa kelas V semester genap tahun ajaran 2013-2014, dari 26 orang siswa, yang mencapai KKM hanya 38,46% (10 siswa) dan 61,54% (16 siswa) belum mencapai ketuntasan belajar minimal ≥ 65. Banyaknya jumlah siswa yang mengalami ketidaktuntasan pencapaian KKM disebabkan terhambatnya pemahaman siswa pada konsep pembentukan tanah, kurangnya ketertarikan minat dan motivasi siswa, aktivitas siswa dalam pembelajaran kurang aktif karena kurangnya keterlibatan siswa untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang ada pada soal, sehingga pembelajaran terkesan kurang bermakna bagi siswa. selain itu aktivitas pembelajaran lebih banyak didominasi guru, karena tidak menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar dan membangun pengetahuannya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian menggunakan model Problem Based Learning variasi Make a Match yang bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.

Penelitian yang dilaksanakan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 4 prosedur (langkah), yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diambil berupa data kualitatif hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa serta data kuantitatif dari hasil belajar siswa. Indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu aktifitas guru mendapat kriteria minimal “Baik” (≥ 63), dan hasil aktivitas siswa mendapat kriteria minimal “Aktif” (≥ 80%), serta hasil belajar siswa secara individual dikatakan tuntas jika mencapai KKM sekolah yaitu 65 dan secara klasikal apabila kelas tersebut telah mencapai ≥ 80% dari jumlah seluruh siswa yang mencapai nilai ≥ 65.

Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian sebanyak 2 siklus yaitu aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 terlaksana dengan kriteria “Baik” kemudian pada siklus II pertemuan 2 meningkat karena terlaksana dengan kriteria “Sangat Baik”. Untuk aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan 1 mendapat kriteria “Aktif” kemudian pada siklus II pertemuan 2 mendapat kriteria “Sangat Aktif”. Adapun ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I pertemuan 1 belum mencapai indikator keberhasilan, kemudian pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan dan berhasil mencapai indikator keberhasilan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning variasi Make a Match dapat meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih model pembelajaran di kelas.

Download

Iklan
Pos ini dipublikasikan di IPA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s