Bentuk, Fungsi, dan Makna Metafora Laut dalam Antologi Puisi di Batas Laut Karya Eko Suryadi WS

indexopSebagai sebuah bentuk sastra lisan yang bersifat magis, mantra Banjar biasa-nya dimiliki oleh orang tertentu saja. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan orang biasa juga mempunyai atau menguasai mantra untuk keperluan sehari-hari. Terlepas dari masalah religi dan unsur magis tersebut, mantra Banjar merupakan salah satu jenis sastra lisan milik orang Banjar. Sebagaimana kita ketahui bahwa mantra Banjar termasuk ke dalam jenis puisi lama. Puisi lama yang satu ini di-ciptakan dan dilafalkan oleh orang Banjar sejak dahulu untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penciptaan dan pelafalan mantra Banjar tersebut mengandung arti bahwa orang Banjar sejak dahulu sudah pintar berpuisi, yakni dalam hal penciptaan dan pelafalan puisi lama yang berupa mantra Banjar.

Mantra Banjar banyak menggunakan metafora seperti antrofomorfis, metafora binatang, metafora sinestetik, dan metafora yang timbul karena pemindahan peng-alaman dari konkrit ke abstrak atau sebaliknya. Berikut contoh mantra Banjar yang di dalamnya terdapat metafora.

 Naga ulit naga umbang

Naga ka tiga naga partala

Taguh kulit taguh tulang

Taguh sampai ka karungkung kapala

 Pada kata Naga ulit naga umbang, Naga ka tiga naga partala dapat kita lihat adanya metafora binatang karena pada kata tersebut salah satu unsur pembentuknya adalah kosakata yang merujuk pada binatang, kata tersebut adalah Naga. Dari situ kita dapat melihat bahwa dalam mantra itu terdapat metafora.

Penelitian ini berjudul “Metafora dalam Mantra Banjar”. Penelitian ini di-lakukan untuk melengkapi data bahasa Banjar juga sangat berguna untuk pembinaan dan pengembangan bahasa Banjar itu sendiri. Penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian lanjutan yang masih berkaitan dengan penelitian sebelumnya. Adapun penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Saberi dalam Tesisnya yang berjudul “Mantra Banjar, Analisis Bentuk, Fungsi, Makna, dan Penandanya” dan penelitian sebelumnya juga telah dilakukan oleh Iwansyah dalam skripsinya yang berjudul “Bentuk, Fungsi, dan Makna Metafora Laut dalam Antologi Puisi di Batas Laut Karya Eko Suryadi WS”. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, penelitian ini lebih memaparkan jenis, fungsi dan makna majas metafora yang ada didalam Mantra Banjar.

full skripsi :

ac17d-downloadnowdownload

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bahasa Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s