FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN KEHAMILAN YANG KEEMPAT KALI

imagesPelayanan antenatal dapat dipantau dengan pemberian pelayanan terhadap ibu hamil saat kunjungan pertama pada masa kehamilan (K1) dan kunjungan ibu hamil saat kunjungan keempat (atau lebih) dengan tenaga kesehatan (K4) (Depkes RI, 2004). Keuntungan pelayanan antenatal adalah bahwa kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui dan segera dapat diatasi, sebelum berpengaruh terhadap kehamilan tersebut. Adapun bentuk pelayanan yang dilakukan mengacu pada standar minimal yaitu pelayanan antenatal yang meliputi, “5T” yaitu Timbang berat badan, ukur Tekanan darah, ukur Tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT) lengkap, pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan (PWS-KIA, 2004).

Menurut data Rekapitulasi Laporan PWS-KIA di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, jumlah sasaran ibu hamil sebesar 11.848 orang, dengan cakupan K1 sebesar 11,713 orang (98.9%) dengan target 95%, cakupan K4 sebesar 10,847 (91,6%) target 87%.

Laporan KIA Puskesmas Alalak dari Januari – Desember 2008 didapatkan kunjungan pemeriksaan ibu hamil lengkap K4 tercatat 369 orang (70%) dari 523 orang ibu hamil yang melakukan kunjungan, target yang ingin dicapai K4 adalah 87%. Kesenjangan antara cakupan dan target yaitu 17%. Pada kunjungan ibu hamil yang pertama K1 di dapatkan kunjungan 95 %, KI 498 orang (44 %), dan K1 595 orang (47,25 %) dimana target yang ingin dicapai sudah terpenuhi yaitu 95 %.

Menurut teori Lawrence Green (1980) dalam Notoatmodjo (2007), perilaku seseorang/masyarakat terhadap kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor ini mencakup pengetahuan dan sikap seseorang terhadap kesehatan. Kemudian faktor pemungkin, faktor ini mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Setelah itu faktor penguat, faktor ini meliputi faktor sikap dan perilaku tokoh masyarakat (toma), tokoh agama (toga), sikap dan perilaku para petugas termasuk petugas kesehatan. Berdasarkan teori tersebut di atas, maka bisa dikatakan bahwa rendahnya cakupan K4 di Puskesmas Alalak Selatan karena adanya faktor predisposisi yaitu pengetahuan dan pendidikan ibu hamil yang masih rendah sehingga cenderung berpengaruh terhadap sikap ibu terhadap kunjungan K4.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Puskesmas Alalak Selatan pada bulan April 2009 melalui metode wawancara dari 10 wanita yang pernah berkunjung sebelumnya maupun yang baru berkunjung 5 orang wanita diantaranya mengetahui tentang kunjungan K4 dan 5 orang wanita lainnya tidak mengetahui tentang kunjungan K4 karena mereka belum pernah mendapat penyuluhan mengenai kunjungan K4 dari tenaga kesehatan. Namun dari 5 orang wanita yang mengetahui, hanya 2 orang yang melakukan kunjungan K4 dan 3 orang tidak melakukannya.

skripsi full :

DOWNLOADunduh

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s