GAMBARAN PERSEPSI IBU TENTANG MEMINUM RUMPUT FATIMAH (Labisa pumila) UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PERSALINAN

indexKesehatan ibu hamil, proses persalinan bayi di Indonesia masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan ibu, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan angka kematian ibu di Negara ASEAN lainnya. Program kesehatan ibu yang akan dicapai sesuai komitmen global Indonesia sehat 2010 adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi dari 307/100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2007

Upaya menurunkan tingginya AKI pemerintah Indonesia melalui Depkes yang bekerja sama dengan (WHO) berinisiatif melakukan suatu strategi untuk menanggulanginya yaitu dengan Making Pregnensi Safer (MPS) yang dilaksanakan sejak tahun 2000. Salah satu upaya penanganan MPS adalah pengelolaan program kesehatan ibu dan anak antara lain dengan peningkatan pelayanan Antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan mutu sesuai standar serta menjangkau seluruh sasaran.

 

Para ibu menjelang persalinan biasanya disarankan untuk meminum rumput fatimah dengan anggapan bahwa ibu atau nenek atau orang-orang “senior” yang notabenenya dianggap banyak pengalaman. Jadi ketika si ibu dan pasangannya kebingungan, maka informasi apapun yang diberikan yang motivasi dan persepsinya adalah “agar lancar proses persalinannya” pasti langsung di terima tanpa menanyakan efek samping dan bahayanya (Aprilia, Y, 2008).

Rumput Fatimah (Labisa pumila) adalah tumbuhan semak, orang barat sering menyebutnya mawar jereko sedangkan Nama arab nya Kaf Mariam (Telapak tangan mariam) dikenal sebagai tanaman yang membantu proses persalinan. rumput Fatimah pernah diteliti di Sabah Malaysia pada tahun 1998 hasil penelitian menunjukan  adanya kandungan hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Oksitosin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim. zat sejenis oksitosin yang terkandung dalam rumput Fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi (Pritasari, D. 2010).

Rumput Fatimah ini hanya boleh dikonsumsi ketika sudah dekat waktu melahirkan,yaitu ketika pembukaan sudah di atas 6,bukan pada saat pecahnya air ketuban. Jika rumput Fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan 6 akan terjadi kontraksi yang abnormal,dan hal bisa jadi sangat berbahaya  bagi ibu yang hendak melahirkan,dampak terburuknya bisa terjadi robekan pada dinding rahim dan pendarahan yang hebat dan tidak bisa terhentikan (Farida, 2012).

 

Beberapa wanita hamil memang masih ada yang meminun jamu di saat kehamilannya, namun terdapat pula wanita hamil lainnya yang tidak berani meminumnya karena kerap takut dengan efek samping yang akan terjadi nanti.

Sedikit sekali penelitian yang mengungkapkan secara ilmiah mengenai kandungan rumput Fatimah kebanyakan orang mendengar khasiatnya dari mulut kemulut. Beberapa artikel menjelaskan kandungan oksitosin (zat untuk merangsang kontraksi rahim) yang cukup tinggi sehingga tidak boleh diminum secara sembarangan ibu hamil. Kadar oksitosin ini belum ditentukan sehingga beberapa ukuran atau dosis yang boleh diminum juga belum pasti (Azhar, 2010).

Persepsi adalah sebuah proses saat seorang individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan itu sendiri, bukan pada kenyataan itu sendiri (Robbins, Stephen P, 2007).

 

Rumput Fatimah telah diteliti oleh Khalifa (1980), Rizk (1986),dan Mohamed et al (2000) yang menemukan bahwa dalam rumput Fatimah terkandung bahan fitokimia yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan bahan alami yang memiliki struktur menyerupai hormone steroid endogen,yaitu estradial dan menunjukan aktivitas estrogenik,senyawa ini mampu terikat pada reseptor estrogen α (RE α) dan reseptor estrogen β (RE β) dan mampu meningkatkan afinitas RE β. Flavonoid dalam rumput Fatimah sebagai bahan fitoestrogen memiliki kemampuan yang menyerupai estrogen endogen,maka diasumsikan mampu bekerja sebagaimana estrogen endogen. Berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa estrogen mampu memicu kontraktilitas yang lebih tinggi pada serabut tunggal otot uterus dengan cara meningkatkan jumlah reseptor oksitosin dan agen α- adrenergik yang memodulasi channel kalsium membran (Pritasari, D. 2010)

Pemanfaatan “rumput fatimah” dimasyarakat Indonesia dan Arab secara turun temurun untuk memperlancar proses persalinan belum disertai bukti ilmiah mengenai khasiat,keamanan,dan mekanisme yang mendasari efek tersebut dalam memperlancar proses persalinan ,Bagi dokter dan tenaga medis lainnya masih menjadi keraguan yang besar akan efek yang bermanfaat pada air rendaman” rumput fatimah” ini,bahkan banyak pula yang melarang penggunaannya pada ibu hamil menjelang persalinan karena khawatir akan menimbulkan kontraksi yang sangat meningkat yang dapat mengakibatkan Atonia Uteri ataupun Ruptura uteri (Pritasari, D. 2010).

Mengkonsumsi air rendaman” rumput fatimah” bagi ibu hamil menjelang persalinan sejauh hasil penelitian ini belum dapat dinyatakan aman,karena penelitian ini baru melihat efeknya frekuensi belum pada aktivitas mekanik yang lain serta masih perlu uji klinis sebelum air rendaman “rumput fatimah” dapat dinyatakan benar-benar aman untuk dikonsumsi sebagai obat-obat tradisional khusus nya untuk memperlancar persalinan (Pritasari, D. 2010).

gratis skripsi full : downloadunduh

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s