gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Kincir Api” karya Kurnia Effendi

indexopKarya sastra pada waktu sekarang pada umumnya masih terbatas pada struktur narasinya, perlulah diadakan penelitian gaya bahasanya. Lebih-lebih lagipada waktu sekarang di indonesia belum ada penelitian dan penulisan stilistika yang khusus dibidang kesusastraan , bahkan juga belum ada buku stilistika umum yang dapat menjadi pegangan dalam mempelajari gaya bahasa dan untuk penelitianya.

Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis : eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis. Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuah cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.Cerpen mempunyai 2 unsur yaitu:unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Gaya bahasa merupakan hal yang menarik di dalam karya sastra khususnya cerpen. Melalui gaya bahasa, pengarang dapat mengungkapkan perasaannnya dengan bahasa yang khas dan berbeda-beda terhadap pengarang yang satu dengan pengarang lainnya. Gaya bahasa juga dapat dijadikan sebagai pencerminan sifat pribadi pengarang dalam menyampaikan gagasan yang sesuai dengan tujuannya. Selanjutnya, penggunaan gaya bahasa dalam cerpen mempunyai fungsi yaitu sebagai pengemban nilai estetika karya itu sendiri untuk menimbulkan efek tertentu, menimbulkan tanggapan pikiran pada pembaca dan mendukung makna suatu cerita.

Stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa . Stilistika adalah ilmu bagian lingusitik yang memusatkan diri pada variasi-variasi penggunaan bahasa, seringkali, tetapi tidak secara eksklusif , memberikan perhatian khusus kepada penggunaan bahasa yang paling sadar dan paling kompleks dalam kesustraan.

Dalam sebuah karya satra , penggunaan bahasa mempunyai fungsi ganda. Bahasa yang digunakan bukan hanya sekedar penyampaian ide-ide pengarang, melainkan juga sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan pengarang. Dengan demikian seharusnya pemakaian gaya bahasa sastra memang benar-benar didasari oleh penulis. Implikasi logis yang ditimbulkan adalah pembicaraan stilistika dalam analisis terhadap karya sastra juga terbatas sebagai semata-semata deskripsi penggunaaan khas bahasa. Fungsi dan kedudukan jenis-jenis gaya bahasa itupun hampir sama. Pada dasarnya dalam karya satra baik gaya maupun gaya bahasa memegang peranan penting. Ruang lingkup gaya bahasa lebih luas, berbeda denagan majas. Pada saat menganalisis sebuah karya satra, tidak terhitung jenis gaya bahasa yang yang harus dibicarakan, seperti panjang pendeknya kalimat, tingkatan bahasa tinngi dan rendah,   penggunaan kata-kata serapan,penggunaan kosa kata daerah, dan sebagainya gaya bahasa juga meliputi cara-cara penyusunan struktur intrinsik secara keseluruhan,seperti:plot, tokoh,kejadian,dan sudut pandang.

Gaya bahasa dalam arti umum adalah penggunaan bahasa sebagai media komunikasi secara khusus, yaitu penggunaan bahasa secara beragam dengan tujuan untuk ekspresivitas,menarik perhatian atau untuk membuka pesona(Prodopo dalam Syarifudin, 2006: 22). Gaya bahasa juga berkaitan dengan situasi dan suasana karangan. Maksudnya ialah gaya bahasa menciptakan keadaan perasaan hati tertentu mislanya, kesan baik atau buruk, senang, tidak enak dan sebagainya yang diterima pikiran dan perasaan (Akhmadi, 1990: 169).

Tarigan (2009 : 236) mengemukakan gaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Secara singkat penggunaan gaya bahasa tertentu dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu.

Kridalaksana( 2009 : 70) mengemukakan pengertian gaya bahasa kedalam tiga kategori, yaitu   (a) pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis, (b) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, (c) keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra.

            Gaya bahasa dalam kumpulan cerpen yang pernah diteliti oleh Nurhasanah gaya bahasa bahasa dalam kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, Alasan penulis meneliti gaya bahasa karena gaya bahasa merupakan satu di antara ciri khas pengarang untuk mengungkapkan perasaannya yang akan membedakan pengarang dan aspek terpenting.

skripsi full:

DOWNLOADunduh

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bahasa Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s