HUB KUALITAS FISIK RUMAH DNG ISPA

indexDari hasil survey pendahuluan di Puskesmas Setempat , diperoleh data bahwa 10 jenis Penyakit terbanyak setiap bulannya adalah ISPA yang menyerang balita yang menduduki urutan pertama dan jumlah penderitanya cenderung meningkat dari tahun ke tahun misalnya tahun 2005 dengan jumlah penderita sekitar 145 orang penderita , tahun 2006 dengan jumlah penderita sebanyak 164 dan tahun 2007 sebanyak 172 orang penderita . dan 40 – 60 % kunjungan berobat di puskesmas Tamban adalah anak diperkirakan mengalami 3 – 6 episode setiiap tahunnya ( Puskesmas Tamban , 2007 )

Keadaan ini diperkirakan berkaitan erat dengan masalah perumahan sehat, keadaan sosial ekonomi yang masih tergolong rendah , cara perawatan balita yang tidak benar serta adanya kebiasaan merokok dan bahan bakar yang digunakan dalam kegiatan masak – memasak . Hal ini dipengaruhi lagi oleh kepadatan penghuni yang ada , ternyata melebihi kemampuan sebuah rumah untuk menampung dan memberikan perasaan nyaman sebagai tempat tumbuh kembangnya keluarga ( < 8 m2 / orang ) dan apabila dilihat dari segi kesehatan keadaan ini berpengaruh besar terhadap tingginya angka kejadian ISPA dan penyakit saluran pernafasan lainya ( Depkes RI, 1993 )

Lingkungan perumahan sangat berpengaruh pada terjadinya dan tersebarnya ISPA. Hubungan antara rumah dan kondisi kesehatan sudah diketahui. Pada komunitas Aborigin prevalensi penyakit yang tinggi disebabkan oleh sanitasi yang buruk, kontrol kondisi lingkungan yang buruk, kepadatan yang tinggi dan penyediaan air bersih yang tidak memadai (Taylor, 2002).

Rumah yang jendelanya kecil menyebabkan pertukaran udara tidak dapat berlangsung dengan baik, akibatnya asap dapur dan asap rokok dapat terkumpul dalam rumah. Bayi dan anak yang sering menghisap asap lebih mudah terserang ISPA. Rumah yang lembab dan basah karena banyak air yang terserap di dinding tembok dan matahari pagi sukar masuk dalam rumah juga memudahkan anak-anak terserang ISPA (Ranuh, 1997).

Lingkungan perumahan diduga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan peningkatan angka kejadian ISPA . Berdasarkan keterangan dari tenaga medis yang ada di desa Koanda bahwa setiap tahunnya seorang balita dapat terjangkit ISPA sebanyak 2 – 3 kali dan diperkirakan 30 – 60 % berobat ke puskesmas, 10 – 15 % berobat ke rumah sakit dan selebihnya melakukan pengobatan sendiri.

Desa Koanda adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tamban kabupaten Barito Kuala dengan jumlah penduduk1229 jiwa , 298 Kepala Keluarga dan memiliki 52 balita.

Disamping itu beberapa factor penyebab lain tingginya angka ISPA di desa Koanda ada satu kebiasaan masyarakat yang di duga berpengaruh terhadap perkembang biakan bakteri Hamophylus Influenza di tempat yang lembab, yaitu tidak membuka jendela atau ventilasi pada pagi hari hingga siang hari ketika mereka pergi keluar rumah , ke sawah dan ke kebun .untuk bercocok tanam.( James Chin, 2000)( 2 )

Kondisi perumahan yang tidak sehat yang melatar belakangi adanya permasalahan di desa Koanda diperkuat oleh Runizer dan Indriyono ( 1995 ) (1), bahwa lingkungan pemukiman sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA yang disebabkan oleh keadaan rumah yang kurang memenuhi syarat seperti :

  1. Kurangnya ventilasi yang mengakibatkan tidak lancarnya sirkulasi udara
  2. Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah . terutama cahaya matahari
  3. Suhu udara dalam ruangan yang tidak ideal yang disebabkan tidak lancarnya lancarnya sirkulasi udara.
  4. Kepadatan penghuni rumah. Karena luas bangunan tidak sebanding dengan penghuni rumah

SKRIPSI FULL:

DOWNLOADDOWNLOAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s