HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI IBU DALAM MERAWAT BALITA ISPA

iiiiMenurut Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PPKM) Departemen Kesehatan RI, kejadian ISPA dipengaruhi oleh status gizi, imunisasi, dan kebersihan lingkungan. Bayi dan balita yang mempunyai gizi baik jarang menderita penyakit yang serius karena tubuhnya dapat menangkal infeksi, begitu juga dengan imunisasi anak diberikan kekebalan dengan vaksin tertentu sehingga dapat terlindung dari infeksi dan kebersihan lingkungan mempengaruhi kesehatan, karena kuman hidup dan berkembang biak pada kondisi yang kotor (Nur, 2001).

Pelaksanaan program Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2-ISPA) adalah bagian dari pembangunan kesehatan dan merupakan upaya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular (DEPKES RI ; 2002).

Dalam upaya pemberantasan ISPA, penatalaksanaan ISPA ditujukan untuk mencegah berlanjutnya ISPA non pneumonia menjadi pneumonia dan mengurangi resiko kematian akan penyakit ini. Pengelolaan penderita ISPA diharapkan dapat ditangani ditingkat Puskesmas, karena 20% – 60% penderita ISPA mengunjungi fasilitas kesehatan ini. Disamping itu untuk mencapai keberhasilan program penanggulangan ISPA secara nasional dituntut pengetahuan ibu untuk mengenal gejala ISPA yang disertai nafas cepat serta kemampuan dalam merawat anaknya yang sakit

Di Indonesia angka kesakitan dan kematian bayi dan balita karena penyakit ISPA masih tinggi yaitu 5/1000 balita. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. Sebanyak 40% – 60% kunjungan berobat di Puskesmas dan 15% – 30% kunjungan berobat dibagian rawat jalan rumah sakit disebabkan oleh ISPA. Dari seluruh kematian balita, proporsi kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20% – 30% dan sebagian besar disebabkan oleh pneumonia, karena itu titik berat pelaksanaan program P2-ISPA adalah penemuan dan pengobatan pneumonia pada balita (DEPKES RI ; 2002).

Di Provinsi Kalimantan Selatan menurut Kepala Subdinas Pemberantasan Penyakit dan Lingkungan Dinkes Kalsel sebanyak 71.507 balita terserang penyakit ISPA.

Kondisi ISPA di Kabupaten Kotabaru masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat selain penyakit hipertensi. Penyakit ISPA menduduki peringkat teratas pada penderita rawat jalan di Puskesmas dengan      presentasi sebesar 38,62%. Penderita ISPA pada golongan umur kurang dari  1 tahun sebesar 787 kasus. Menurut laporan Puskesmas Bungkukan penyakit ISPA menempati peringkat teratas setelah hipertensi untuk semua golongan umur dan selama tiga tahun berturut-turut mengalami peningkatan jumlah kasus yaitu tahun 2007 sebanyak 167 kasus, tahun 2008 sebanyak 420 kasus, dan tahun 2009 sebanyak 945 kasus dengan proporsi kasus pada golongan umur bayi dan balita rata-rata 28,34%.

Tujuan akhir dari pelaksanaan intensifikasi P2-ISPA adalah menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia dari 5/1000 pada tahun 2000 menjadi 3/ 1000 pada akhir tahun 2004, dan merupakan angka kesakitan pneumonia balita dari 10% – 20% menjadi 8% – 16% pada akhir tahun 2004 (DEPKES RI ; 2002). Untuk mencapai tujuan tersebut, menurut formula WHO, paling tidak harus ditemukan minimal 86% penderita pneumonia dimasyarakat, dan minimal 63% dari keseluruhan penderita pneumonia yang ditemukan harus mendapat tatalaksana standar.

Ibu memegang peran penting dalam perawatan ISPA karena hampir setiap saat masuk dan melayani kebutuhan anaknya, seperti memberi makan, menyusui, mengenali penyakit secara dini dan pada waktunya mencari bantuan pengobatan.

Berdasarkan latar belakang diatas, bahwa perawatan dirumah pada balita ISPA yang dilakukan oleh ibu memegang peranan penting dalam upaya mencegah berlanjutnya ISPA non pneumonia menjadi pneumonia, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Faktor Predisposisi ibu dalam merawat balita ISPA dirumah pada wilayah kerja Puskesmas Bungkukan tahun 2010”.

skripsi full:

ac17d-downloadnowDOWNLOAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s